Penelitian ini berlangsung pada bulan November hingga Desember 2009.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kohesivitas kelompok sebaya, defining issues test, dan skala perilaku seksual. Kohesivitas Kelompok sebaya dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan indikator kohesivitas dari Stott dan Walker (1995). Pengukuran penalaran moral remaja menggunakan defining issues test milik James Rest, sedangkan skala perilaku seksual diukur dengan menggunakan bentuk perilaku seksual milik The Diagram Group.
Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis regresi ganda. Hasil analisis memperoleh nilai P= 0,00, R-square = 0,320, dan Fhitung= 89.893. Hasil analisis menunjukkan bahwa penalaran moral dan kohesivitas kelompok sebaya bersama-sama memiliki pengaruh terhadap perilaku seksual remaja di Kota Makassar (Fhitung > F tabel=3,02). Besar sumbangan efektif penalaran moral dan kohesivitas kelompok terhadap perilaku seksual remaja adalah sebesar 32%.
Kata kunci: Kohesivitas kelompok sebaya, Penalaran Moral, Perilaku Seksual