Sabtu, 05 Juni 2010

penalaran moral, peer group dan perilaku seksual remaja

Penelitian ini berlangsung pada bulan November hingga Desember 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kohesivitas kelompok teman sebaya dan penalaran moral dengan perilaku seksual remaja di Kota Makassar. Subjek dalam penelitian ini adalah 385 orang yang terdiri dari pelajar SMP, SMA dan mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Kota Makassar.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kohesivitas kelompok sebaya, defining issues test, dan skala perilaku seksual. Kohesivitas Kelompok sebaya dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan indikator kohesivitas dari Stott dan Walker (1995). Pengukuran penalaran moral remaja menggunakan defining issues test milik James Rest, sedangkan skala perilaku seksual diukur dengan menggunakan bentuk perilaku seksual milik The Diagram Group.

Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis regresi ganda. Hasil analisis memperoleh nilai P= 0,00, R-square = 0,320, dan Fhitung= 89.893. Hasil analisis menunjukkan bahwa penalaran moral dan kohesivitas kelompok sebaya bersama-sama memiliki pengaruh terhadap perilaku seksual remaja di Kota Makassar (Fhitung > F tabel=3,02). Besar sumbangan efektif penalaran moral dan kohesivitas kelompok terhadap perilaku seksual remaja adalah sebesar 32%.

Kata kunci: Kohesivitas kelompok sebaya, Penalaran Moral, Perilaku Seksual